Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Tangkap Begal Berhadiah Rp 50 Juta

13 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membuat gebrakan baru dalam memberantas kejahatan jalanan yang kian meresahkan. Dia menggelar sayembara bagi warga yang berhasil menangkap pelaku kejahatan seperti begal, jambret, maling hingga copet. Tak tanggung-tanggung, hadiah uang tunai senilai Rp 5 juta hingga Rp 50 juta telah disiapkan.

Pengumuman sayembara tersebut disampaikan langsung oleh Dedi melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (23/7/2026). Dia memberikan syarat mutlak: pelaku kejahatan harus diserahkan kepada pihak kepolisian dalam keadaan hidup.

"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp 5 sampai Rp 50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ungkap Dedi Mulyadi dalam keterangannya.

Selain mengajak keterlibatan warga, Dedi memastikan Pemprov Jabar terus berkoordinasi secara intensif dengan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya. Ia juga telah menginstruksikan jajarannya untuk memperketat keamanan melalui patroli rutin setiap malam.

"Siaga menghadapi begal. Kita terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, khususnya Polda Jabar, dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," tegas dia.

Dedi juga meminta seluruh perangkat daerah yang berwenang untuk turun langsung menjaga titik-titik rawan.

"Mobil patroli harus siaga dalam setiap malam. Lampu tanda bahayanya harus terus menyala. Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategis untuk mengantisipasi segala kemungkinan dalam setiap waktu," ujar dia.

Sebelumnya, desakan untuk memberantas kejahatan jalanan juga diserukan oleh Polda Jabar. Hal ini menyusul maraknya aksi pembegalan di sejumlah wilayah Jawa Barat, salah satunya di Kota Bandung.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan merupakan instruksi langsung dari Kapolda Jawa Barat. Pihaknya bahkan mengajak masyarakat agar tidak ragu melawan pelaku begal apabila situasi mendesak dan mengharuskan untuk membela diri.

Meski demikian, Hendra mengingatkan agar tindakan perlawanan dari masyarakat tetap dilakukan secara tegas, terukur, dan tidak sampai menghilangkan nyawa pelaku.

"Pak Kapolda (menginstruksikan) untuk tindak tegas terukur jelas, ya. Dan ini tidak hanya kepada polisi, kepada masyarakat pun boleh. Dengan catatan, tindakan tersebut juga tegas dan terukur. Jangan sampai mati lah bahasanya, ya," kata Hendra, Selasa (21/7/2026).

Reporter: Merdeka.com/Azzura Galexia

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner