Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram di Tuban Picu Dugaan Penimbunan, Polisi Masih Bungkam

8 hours ago 6

Wakil Ketua DPRD Tuban, H. Miyadi, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menegaskan, jika distribusi tidak segera dibenahi, DPRD akan mendorong pembentukan tim untuk turun langsung ke lapangan.

“Kalau elpiji ini tidak segera diperbaiki distribusinya, kami sarankan pemerintah membentuk tim untuk melakukan sidak agar kondisinya bisa kembali normal,” ujarnya.

Menurut Miyadi, salah satu titik yang akan menjadi fokus sidak adalah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini menyusul keluhan masyarakat yang tidak kebagian elpiji, sementara kebutuhan di dapur tersebut dinilai tetap terpenuhi.

“Masyarakat tidak kebagian elpiji, tetapi di sisi lain ada yang tetap terpenuhi. Ini tidak adil,” tegas politisi senior asal PKB tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa elpiji 3 kilogram merupakan barang subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama agar penggunaannya tidak melenceng dari aturan.

“Elpiji 3 kilogram itu jatah masyarakat di bawah rata-rata. Perlu ada penyadaran agar tidak disalahgunakan,” tambahnya.

Selain persoalan distribusi, Miyadi juga menyinggung adanya pihak-pihak yang diduga memanfaatkan situasi kelangkaan untuk kepentingan tertentu, termasuk memainkan harga di tengah isu kenaikan harga BBM yang berkembang

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban, Gunadi, memilih tidak banyak berkomentar terkait dugaan penimbunan. Ia menegaskan pihaknya fokus menjaga distribusi agar tetap kondusif.

“Intinya kami bersama semua pihak terkait akan fokus mengambil langkah-langkah untuk membuat situasi lebih kondusif,” ujarnya.

Meski di lapangan terjadi kelangkaan, Gunadi tetap memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram di Tuban dalam kondisi aman. Pemerintah daerah, kata dia, rutin memantau stok, distribusi, dan harga hingga ke tingkat pangkalan, termasuk saat hari libur.

“Koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga terus dilakukan, dan camat dilibatkan untuk memastikan kondisi riil di lapangan. Jika ada kekosongan, segera dilaporkan agar bisa ditangani cepat,” pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner