Wali Kota Depok Beberkan Hasil Evaluasi WFH ASN

7 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Depok melakukan evaluasi pelaksanaan work from home (WFH). Hasilnya selama pelaksanaan WFH terjadi penurunan penggunaan listrik pada operasional organisasi perangkat daerah (OPD). Wali Kota Depok, Supian Suri, mengatakan Pemkot Depok akan rutin melakukan evaluasi pelaksanaan WFH yang telah dilakukan terhadap ASN. Hal itu dilakukan dalam rangka melakukan penghematan sekaligus langkah penerapan efisiensi anggaran.

“Kita masih terus mengevaluasi kalau dari sudut efisiensi listrik dan lainnya, terlihat dan sudah pasti,” ujar Supian kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).

Penggunaan listrik menjadi salah satu bagian yang terlihat efektif dalam pelaksanaan WFH. Hal itu dikarenakan selama pelaksanaan WFH, penggunaan listrik untuk penerangan dan lift mengalami pengurangan daya.

“Karena satu hari itu menjadi waktu yang lumayan panjang, lift dan lampu tidak difungsikan, listrik itu lumayan besar,” terang Supian.

Supian menjelaskan, evaluasi pelaksanaan WFH di lingkup Pemerintah Kota Depok, tidak hanya pada masalah efisiensi. Pemkot Depok turut mengevaluasi WFH pada sisi kinerja ASN.

“Nah ini yang terus kita monitor di masing-masing perangkat daerah. Jangan sampai semangatnya efisiensi tapi kinerjanya jadi turun enggak maksimal, maka ini yang kita lihat,” jelas Supian.

Sebelumnya, Pemkot Depok memberlakukan WFH pada setiap Senin, guna mengurangi kemacetan dan efisiensi anggaran. Namun setelah keluarnya surat edaran Kemendagri terkait pelaksanaan WFH pada setiap Jumat, Pemerintah Kota Depok menyesuaikan dengan mengikuti kebijakan dari Kemendagri.

“Kita sudah menyesuaikan dengan WFH Kemendagri. Sesuai harapan Pak Menteri yang tadinya kita senin, jadi hari Jumat, tapi terus kita evaluasi mudah-mudahan secara berkala,” ucap Supian.

Supian akan memastikan melakukan evaluasi WFH secara berkala baik dari sisi efisiensi maupun kinerja ASN. Diketahui, semenjak diberlakukannya WFH pada perangkat Sekretariat Daerah (Setda), mengalami penghematan dalam satu bulan sekitar Rp 120 juta.

“Setda aja kurang lebih penghematannya satu bulan sekitar Rp 120 juta, artinya kalau satu tahun itu lebih dari Rp 1,2 miliar,” ungkap Supian.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner