Liputan6.com, Jakarta - Wilayah Kalapanunggal Sukabumi Jabar pernah diguncang gempa Magnitudo 5,0 enam tahun lalu, tepatnya pada Selasa 10 Maret 2020, pukul 17.18.04 WIB. Meski secara angka Magnitudonya tidak terlalu besar, namun dampak gempa sangat dirasakan masyarakat. Data mencatat, sedikitnya 9 orang mengalami luka-luka dan sekitar 1.782 bangunan mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat kerusakan.
Wakil Ketua Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Daryono mengatakan, peristiwa gempa Kalapanunggal itu menjadi pengingat bahwa dalam bencana gempa, yang menentukan besar kecilnya dampak bukan semata-mata angka Magnitudo, melainkan kerentanan bangunan dan kesiapsiagaan masyarakat.
"Melihat lokasi episenternya, diduga gempa saat itu dipicu oleh aktivitas Sesar Citarik, salah satu sesar aktif di Jawa Barat yg memanjang dari kawasan Pelabuhan Ratu menuju wilayah Bogor dan sekitarnya," katanya.
Gempa terjadi pada kedalaman dangkal sekitar 10 km (dengan mekanisme geser/mendatar mengiri - sinistral strike-slip), sehingga energi getaran sampai ke permukaan tanpa banyak teredam. Akibatnya, guncangan dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Kalapanunggal dan beberapa wilayah sekitar dgn intensitas mencapai sekitar V hingga VI pada skala intensitas Modified Mercally Intensity (MMI).
"Pada tingkat intensitas tersebut, banyak orang berlarian keluar rumah, benda-benda jatuh dari rak, dan bangunan dgn konstruksinya lemah mulai mengalami kerusakan," katanya.
Jika dicermati lebih jauh, kerusakan yg terjadi bukanlah semata-mata akibat kekuatan gempa, melainkan karena disebabkan rumah yang dibangun tanpa kaidah konstruksi tahan gempa. Sebagian besar rumah merupakan bangunan pasangan bata tanpa kolom praktis, tanpa ring balok, serta tidak memiliki pengikat struktur yang memadai.
"Kondisi seperti itu membuat dinding menjadi elemen paling rentan runtuh ketika menerima getaran horizontal dari gempa bumi," ungkap Daryono.
Pelajaran yang sama sebenarnya sudah berulang kali terlihat dalam berbagai peristiwa gempa di Indonesia, mulai dari Gempa Padang Pariaman 2009, Gempa Pasaman 1977, hingga Gempa Cianjur 2022. Polanya selalu sama, yakni korban muncul bukan karena gempa itu sendiri, tetapi krn bangunan tidak cukup kuat menahan guncangan.
"Gempa Kalapanunggal seharusnya tidak sekadar dikenang sebagai peristiwa masa lalu, tetapi dijadikan momentum untuk memperkuat mitigasi bencana di tingkat lokal," katanya.
Strategi yg paling mendasar adalah memastikan rumah-rumah masyarakat dibangun dengan prinsip konstruksi tahan gempa sederhana. Rumah tembok harus memiliki rangka beton bertulang yang terdiri dari pondasi yang baik, sloof, kolom praktis, serta ring balok yang mengikat seluruh dinding.
"Tanpa elemen-elemen tersebut, bangunan tembok pada dasarnya hanyalah dinding yg berdiri tanpa penopang yg memadai," ungkap Daryono.

1 day ago
8
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528117/original/077743400_1773240466-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_16.53.05.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528073/original/053112000_1773231283-Foto_Wujud_Mimpi_Warga_Mandala_Ditangan_Tentara__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528031/original/038308000_1773225228-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_17.17.16.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399369/original/047100800_1761963690-IMG_6265.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527837/original/014832700_1773215809-Foto1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527597/original/049550200_1773207919-perampokan_tangerang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513103/original/088117100_1772002952-image__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527174/original/026756600_1773188204-Banjir_di_Sentul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527144/original/091415400_1773185478-Jembatan_Perintis_Garuda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527124/original/057564100_1773183713-Para_ABK_terdakwa_kasus_penyelundupan_nyaris_2_ton_sabu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527122/original/050065900_1773183279-Tambang_emas_ilegal_di_Lampung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526945/original/079484800_1773142917-WhatsApp_Image_2026-03-10_at_5.49.40_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526943/original/048060600_1773142696-WhatsApp_Image_2026-03-10_at_5.49.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526914/original/079626900_1773137970-263881.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526847/original/066815400_1773135233-foto4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5440769/original/061062400_1765444334-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526365/original/043854800_1773118404-Screenshot_2026-03-10_at_11.43.39.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526036/original/007524300_1773109628-WhatsApp_Image_2026-03-10_at_08.59.42.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418052/original/003419900_1763573564-longsor_di_sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522592/original/086641300_1772769941-1001716059.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449331/original/009128300_1766054298-1000846788.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5413852/original/010084600_1763203332-IMG_8060__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5426036/original/098950800_1764250071-Mendagri.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448872/original/089550000_1766041751-IMG_20251218_112507_767.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449480/original/029142300_1766063506-Ayah_Prada_Lucky_Namo__Pelda_Chrestian_Namo.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5276590/original/081825200_1751957181-20250708-Banjir-ANg_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2913252/original/006053400_1568693352-WhatsApp_Image_2019-09-17_at_10.57.35_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365736/original/041722900_1759205212-IMG-20250930-WA0037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448059/original/065762900_1765978898-Bengkel_motor_Fausul_di_Pulau_Mandangin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418155/original/099953500_1763607580-Tangkapan_Layar_Video_Pelajar_Jatuh.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447862/original/001021800_1765966130-Batu_Nusuk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448567/original/067225600_1766033308-1000630000.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449346/original/079160500_1766055185-Kepala_Bulog_Kalteng_Budi_Sultika.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977999/original/017889900_1648530540-PMI.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448993/original/011330600_1766044717-IMG-20251217-WA0381.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4562919/original/059516400_1693824680-criminal-handcuffs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5436709/original/045635800_1765183427-380f79ba-6a45-41f0-bc7a-194e2d36b504.jpg)