Ratusan Pengemudi Ojol Bentrok dengan Mahasiswa UNM, Fasilitas Kampus Rusak

7 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan pengemudi ojek online terlibat bentrok dengan mahasiswa di kawasan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (4/3/2026) malam. Kedua kelompok sempat saling serang menggunakan batu.

Kericuhan bermula saat sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus UNM. Aksi tersebut menyoroti insiden tertembaknya remaja bernama Bertrand Eka Prasetyo (18) yang diduga melibatkan seorang anggota kepolisian.

Aksi yang berlangsung sejak sore hari itu awalnya berjalan normal. Namun situasi berubah memanas ketika seorang pengemudi ojek online yang melintas di sekitar lokasi aksi diduga terlibat perselisihan dengan massa mahasiswa. Dalam kejadian tersebut, sepeda motor milik pengemudi ojol dilaporkan dirusak.

Peristiwa itu memicu kemarahan para pengemudi ojol lainnya. Tidak lama kemudian, ratusan pengemudi ojol datang ke lokasi dan mendatangi area kampus untuk mencari pihak yang diduga merusak motor rekannya.

Ketegangan pun tak terhindarkan. Massa ojol dilaporkan masuk ke area kampus dan terjadi aksi saling lempar batu dengan mahasiswa. Sejumlah fasilitas kampus juga dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk kaca bangunan yang pecah.

Aparat TNI dan Polri yang berada di lokasi segera turun tangan untuk meredam situasi. Bentrokan akhirnya berhasil dihentikan dan kedua kelompok perlahan membubarkan diri.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengatakan insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara mahasiswa yang sedang melakukan aksi dengan pengemudi ojek online yang melintas.

"Awalnya ada demonstrasi. Sementara di waktu yang sama masyarakat juga sedang beraktivitas, ada yang hendak berbuka puasa dan salat tarawih. Kebetulan ada pengemudi ojol melintas, lalu terjadi kesalahpahaman hingga motornya dirusak," ujar Arya kepada wartawan di lokasi.

Menurutnya, peristiwa perusakan motor tersebut memicu solidaritas dari sesama pengemudi ojek online yang kemudian mendatangi lokasi kejadian.

Polisi memastikan akan menindaklanjuti kasus tersebut secara hukum. Pihak kepolisian telah mengambil keterangan dari korban dan tengah mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab atas perusakan tersebut.

“Kami dari kepolisian akan memproses secara maksimal. Korban sudah kami mintai keterangan, dan pelakunya akan kami cari untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Arya.

Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian bersama personel TNI masih berjaga di sekitar kampus UNM demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya kericuhan lanjutan.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner