BMKG: Sembilan Daerah di Sulut Berpotensi Hujan Lebat, Waspada Gelombang Tinggi

12 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - BMKG atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengungkapkan, sembilan kabupaten dan kota di Sulawesi Utara (Sulut) berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

"BMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara agar meningkatkan kewaspadaan. BMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan cuaca ekstrem hingga 18 Maret 2026," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Dhira Utama, Senin 16 Maret 2026.

Dia mengajak masyarakat dan pemerintah agar siap siaga serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Hal tersebut sebagai tindakan antisipasi bencana hidrometeorologi (genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang) terlebih khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir.

"Mengingat cuaca bersifat dinamis, diimbau terus agar memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado," ucap Dhira.

Dia menjelaskan, analisis kondisi dinamika atmosfer menunjukkan adanya MJO yang aktif secara spasial, gelombang low freguency, gelombang Kelvin, dan gelombang Eguatorial Rossby di Sulawesi Utara. Kondisi tersebut dapat meningkatkan aktivitas konvektif secara signifikan.

"Sementara Indeks SOI yang bernilai positif di wilayah Sulawesi Utara menyebabkan peningkatan kecepatan angin di daerah pesisir yang disertai hujan," kata Dhira.

Peningkatan Intensitas Curah Hujan, Waspada Gelombang Tinggi

Hal ini, lanjut Dhira, mengakibatkan terjadinya peningkatan intensitas curah hujan dan kecepatan angin di beberapa wilayah di Sulawesi Utara.

Kombinasi dari fenomena tersebut membentuk kondisi atmosfer yang diprediksi akan mendukung terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di beberapa kabupaten/kota di Sulawesi Utara.

Daerah-daerah potensial cuaca ekstrem mencakup Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Selain curah hujan, BMKG berharap warga mewaspadai gelombang setinggi empat meter di perairan Sulawesi Utara sekitarnya.

"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 19 Maret 2026," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Maritim Bitung, Ricky D Aror.

Tinggi Gelombang

Ricky menyebutkan, tinggi gelombang antara 2,5 meter hingga empat meter (tinggi) diperkirakan terjadi di wilayah perairan Kabupaten Kepulauan Talaud dan Laut Maluku.

Sementara itu, tinggi gelombang antara 1,25 meter hingga empat meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan utara Provinsi Sulawesi Utara, serta perairan Selatan Sulawesi Utara.

"Ketinggian gelombang yang dapat mencapai 2,5 meter tersebut juga berpotensi terjadi di perairan Kabupaten Minahasa Utara, perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) serta perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe," tutur Ricky.

Ricky mengungkapkan, melambatnya kecepatan angin yang masuk dari utara Sulawesi mengakibatkan konvergensi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan awan. Secara umum, kata dia, arah bertiup dari Barat Laut dengan kecepatan rata-rata antara 8 - 20 knot.

"Kami berharap, warga mewaspadai risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran, misalkan perahu nelayan memperhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter," jelas Ricky.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner