Kisah Nagata, MVP BRI Youth Champion League Yogyakarta yang Terinspirasi Rizky Ridho

2 hours ago 2

Dalam perjalanannya, Nagata mengidolakan Rizky Ridho, salah satu pemain andalan tim nasional Indonesia yang dikenal berposisi sebagai bek tengah.

Sosok Rizky Ridho bukan hanya menonjol dari segi kemampuan bertahan, tetapi juga karena ketenangannya dalam membaca permainan, disiplin di lapangan, serta jiwa kepemimpinannya meski masih berusia muda

"Pemain sepak bola favorit saya Rizky Ridho" ujar Nagata sambil tersenyum. 

Nagata terinspirasi oleh gaya bermain tersebut dalam perjalanannya sebagai seorang bek. Ia berusaha terus belajar memahami situasi permainan dan mengambil keputusan yang tepat di lini pertahanan.

Tim yang Sudah Siap dari Awal

Pelatih Mataram Utama, Nico Ardiansah (26), menjelaskan kalau tim ini memang sudah terbiasa ikut turnamen. Persiapan mereka juga bukan mendadak. Mulai dari latihan fisik, taktik, sampai mental sudah dibangun dari jauh-jauh hari. Jadi saat turnamen datang, pemain tinggal menjalankan apa yang sudah dilatih.

“Kita selalu latihan terus, jadi setiap ada turnamen sudah siap,” ujarnya.

Mataram Utama sendiri merupakan akademi yang fokus membina pemain usia dini. Ke depan, tim ini juga dijadwalkan mengikuti berbagai pertandingan di sejumlah daerah, seperti Kulon Progo dan Temanggung, sebagai bagian dari proses pengembangan pemain.

Dalam perjalanan kompetisi, Mataram Utama FC U-14 juga mencatat sejumlah prestasi. Mereka pernah menjuarai turnamen segitiga (Trofeo) di Stadion Gelora Soeprijadi Blitar pada 30 Mei 2025, yang juga diikuti oleh dua tim asal Blitar, yakni Sejati dan Mitra Tunas Muda.

Selain itu, tim ini juga berhasil meraih posisi runner up pada turnamen sepak bola Piala Bergilir Ketua KONI Pusat ke-VII Region DIY yang berakhir pada 8 Februari 2026, menunjukkan konsistensi mereka dalam bersaing di level regional.

Kolaborasi BRI dan Barcelona Membuka Peluang bagi Pemain Usia Muda 

Turnamen ini merupakan bagian dari BRI Youth Champions League yang digelar di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta sebagai regional 11. Tahun ini, penyelenggaraan juga terasa lebih istimewa karena BRI menjalin kerja sama dengan Barcelona, yang menjadi salah satu daya tarik utama dalam kompetisi ini.

Menurut Evi Martiani selaku Regional Funding Head BRI RO 11 Yogyakarta, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang pembinaan yang lebih besar bagi pemain usia U-14, yang selama ini dinilai belum sebanyak kelompok U-17 mendapatkan perhatian. Melalui ajang ini, BRI ingin mendorong lahirnya talenta muda yang bisa menjadi fondasi masa depan sepak bola Indonesia, sekaligus memperkuat keterlibatan komunitas sepak bola di berbagai daerah.

“Kebetulan tahun ini BRI ada kerja sama dengan Barcelona, sehingga kami ingin memberi ruang bagi sekolah sepak bola di Indonesia, khususnya U-14. Selama ini yang lebih banyak diperhatikan U-17, kami berharap dengan adanya perhatian di usia ini bisa menjadi cikal bakal pemain yang nantinya jika tersaring dengan baik akan membuat klub-klub lain juga semakin bersemangat,” ujar pihak BRI.

Ia juga menambahkan bahwa turnamen ini digelar di seluruh Indonesia, termasuk Yogyakarta regional 11, dengan puncak kompetisi menuju tingkat nasional di Jakarta. Dari rangkaian tersebut, empat tim terbaik akan mendapatkan kesempatan langka untuk mengikuti pelatihan langsung dari pelatih Barcelona.

“Empat tim yang menang berkesempatan dilatih oleh pelatihnya Barcelona. Kesempatan yang luar biasa, mudah-mudahan dari Yogyakarta ini bisa mendapatkan pelatihan langsung dari pelatih Barca,” tambahnya.

Selain fokus pada kompetisi, BRI juga menghadirkan program pendampingan seperti literasi finansial untuk pemain muda dan orang tua, sebagai bagian dari pembekalan di luar lapangan.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner