Pengakuan Peserta Tes Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih: Jawaban Berubah Sendiri

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Pelaksanaan tes seleksi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di gedung Al Kautsar Kota Bandar Lampung menuai keluhan dari peserta, Selasa (5/5/2026). Sejumlah peserta mengaku mengalami gangguan sistem saat mengerjakan soal. Mulai dari jawaban yang berubah otomatis, hingga respons komputer yang lambat saat diklik.

Salah satu peserta, Pratama menuturkan proses awal berjalan normal. Panitia telah memeriksa kelengkapan peserta, seperti KTP dan kartu ujian, serta memastikan aturan berpakaian dipatuhi.

Namun, masalah muncul saat ujian dimulai. Ia menyebut, tes terdiri dari tujuh subtes dengan jumlah soal bervariasi, sekitar 20 hingga 50 soal per subtes, dengan durasi hanya tujuh menit.

“Awalnya lancar, tapi di subtes pertama sekitar nomor 10 mulai aneh. Saya pilih jawaban A, tapi sistem malah berpindah ke D. Sudah diklik berkali-kali tetap berubah,” kata Pratama kepada Liputan6.com, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, kendala tersebut terjadi berulang di hampir seluruh subtes. Bahkan, beberapa soal harus diklik hingga empat sampai lima kali sebelum merespons.

Kondisi itu dinilai sangat merugikan karena waktu terus berjalan, sementara peserta harus memastikan jawaban sesuai dengan pilihan mereka.

“Waktunya sangat singkat. Saat kita sibuk memperbaiki jawaban karena error, waktu terus habis,” tuturnya.

Keluhan serupa juga disampaikan peserta lain, Jaya. Ia mengaku mengalami lag saat mengerjakan soal, sehingga jawaban tidak langsung terinput.

“Klik jawaban tidak langsung masuk, harus beberapa kali. Bahkan setelah disimpan, jawabannya bisa berubah sendiri,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti jumlah soal yang dianggap tidak sebanding dengan waktu pengerjaan. Dalam satu subtes, peserta bisa menghadapi hingga puluhan soal dengan waktu hanya tujuh menit.

“Bisa sampai 40-an soal dalam satu subtes, waktunya cuma tujuh menit. Sangat terbatas, apalagi kalau sistemnya bermasalah,” keluhnya.

Masalah lain muncul pada indikator penyelesaian soal. Jaya mengaku sempat mengisi seluruh jawaban, namun sistem tidak menandai seluruh soal telah terjawab, sehingga ia harus mengulang pengisian.

“Sudah diisi semua, tapi tidak berubah jadi hijau. Akhirnya harus ulang lagi, itu makan waktu,” ungkapnya.

Peserta mengaku sempat menyampaikan protes kepada panitia di lokasi. Namun respons yang diberikan dinilai belum memberikan kepastian.

“Katanya itu hanya delay, disuruh lanjut saja. Tapi kami jadi ragu apakah jawaban benar-benar tersimpan atau tidak,” katanya.

Usai ujian, peserta juga memantau hasil nilai yang ditayangkan melalui kanal YouTube panitia. Dari ratusan peserta di sesi ketiga, disebut hanya kurang dari 10 orang yang mampu melampaui ambang batas nilai 110.

Minimnya peserta yang lolos ambang batas tersebut memicu tanda tanya terkait kualitas sistem CAT yang digunakan, serta transparansi hasil ujian.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner