Pedagang Kuliner di Sukabumi Keluhkan Dampak Parah Pembangunan Tol Bocimi

1 day ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Seorang warga bernama Rahmat (47 kesal dengan aktivitas truk pengangkut tanah proyek Tol Bocimi Seksi 3 di wilayah Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak. Hilir mudik truk menyebabkan polusi debu dan kondisi jalan kumuh. Rahmat yang juga pedagang kuliner di Kampung Selaawi ini mengaku usahanya terpukul hebat karena polusi udara yang ditimbulkan.

“Sangat mengganggu, apalagi saya jualan makanan. Alat-alat harus benar-benar ditutup rapat karena debu masuk sampai ke dalam rumah,” kata Rahmat, Selasa (5/5/2026).

Lapak ayam potong dan ikan bakar milik Rahmat kini harus selalu tertutup rapat demi menjaga kebersihan. Meski rumahnya berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi proyek, dia merasakan dampak yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.

“Lantai juga jadi cepat kotor. Dampak ini sudah kami rasakan sejak dua hari terakhir,” tambahnya.

Merespons kondisi tersebut, pihak desa dan pengelola proyek menyepakati pembatasan jam operasional. Truk hanya diperbolehkan melintas pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB untuk siang hari, serta pukul 20.00 hingga 24.00 WIB untuk malam hari.

“Diberlakukan juga jam malam supaya warga bisa istirahat dengan nyaman,” jelas Agung, perwakilan Pemerintah Desa Karangtengah.

Ia menegaskan bahwa masyarakat kini memiliki wewenang untuk melakukan monitoring langsung di lapangan.

Jika ditemukan truk vendor yang nekat beroperasi di luar jam tersebut atau melebihi tonase, warga diizinkan melakukan penghentian.

“Kalau truk masih beroperasi di luar jam yang disepakati, mungkin warga akan melakukan penghentian. Itu juga sudah diizinkan pihak TJT dan Waskita, karena truk itu dari vendor atau pihak ketiga,” tegas Agung.

Selain pengaturan jadwal, setiap truk kini diwajibkan menggunakan penutup terpal untuk mencegah tanah tercecer. Prosedur pembersihan kendaraan pun mulai diperketat sebelum truk keluar menuju jalan umum.

“Untuk meminimalisir debu dan tanah yang terbuang ke jalan, truk-truk diwajibkan memakai terpal. Sekarang setiap truk yang keluar itu disemprot dulu, dibersihkan dulu,” imbuhnya.

Pihak desa juga memastikan adanya ruang bagi warga yang mengalami kerugian fisik. “Bangunan yang retak karena getaran nanti bisa diklaim,” sambung dia.

Mediasi ini diharapkan menjadi solusi bagi kelangsungan proyek strategis nasional (PSN) tanpa mengabaikan hak warga. “Alhamdulillah responnya baik. Harapannya, setelah rampung warga juga mendapat manfaat, namun keamanan dan ketertiban lingkungan tetap harus diperhatikan,” ungkapnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner