Mudik Lebaran, Berikut Jalur Alternatif Tercepat Menuju Jawa Tengah

11 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Jawa Tengah diprediksi menjadi salah satu tujuan utama mudik Lebaran terbanyak di tahun 2026. Data Kementerian Perhubungan menyebut, sebanyak 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan mudik pada momen Lebaran 2026.

Prediksi tersebut berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub. Dari hasil survei tersebut, tujuan mudik paling banyak diperkirakan mengarah ke Jawa Tengah.

Pergerakan pemudik terbesar diprediksi berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta sebanyak 19,93 juta orang, serta Jawa Timur sebanyak 17,12 juta orang.

Sementara dari sisi tujuan perjalanan, arus mudik terbesar diperkirakan menuju Jawa Tengah sebanyak 38,71 juta orang. Selanjutnya menuju Jawa Timur sebanyak 27,29 juta orang dan Jawa Barat sebanyak 25,09 juta orang.

Demi mengantisipasi puncak arus mudik Lebaran 2026, beberapa dishub di kabupaten/kota di Jateng menyiapkan sejumlah persiapan. Salah satunya Dishub Kudus, yang menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan, sebagai upaya menjaga kelancaran lalu lintas apabila terjadi kemacetan di jalur utama.

"Walaupun tidak menjadi prioritas dilalui pemudik, tetapi kami tetap menyiapkan demi kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Mundir di Kudus, akhir pekan silam.

Mundir menjelaskan, jalur alternatif tersebut hanya diperuntukkan kendaraan pribadi, sedangkan kendaraan berukuran besar tetap diarahkan melintasi jalur utama.

Untuk mengantisipasi kemacetan di Jalan Pantura Kudus, pemudik dari arah Semarang dapat melalui rute Simpang Empat Jepang-Simpang Tiga Terban-Simpang Tiga Bulung Cangkring-Simpang Tiga Pladen, kemudian kembali menuju Jalur Pantura Kudus-Pati.

Kendaraan dari arah Pati menuju Semarang dapat melintasi rute Simpang Tiga Terban ke kiri menuju Pladen, Bulung Cangkring, Sadang, Hadiwarno hingga Perempatan Jepang, lalu menuju Jalan Lingkar Kudus sebelum melanjutkan perjalanan ke Semarang.

Pihaknya juga menyiapkan rambu-rambu penunjuk arah di sepanjang jalur alternatif untuk memudahkan pemudik.

"Kami juga sudah menyiapkan rambu sebagai penunjuk jalan bagi pemudik yang hendak melalui jalur alternatif," ujarnya.

Rambu penunjuk arah tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik jalur alternatif agar para pemudik tidak mengalami kesulitan saat melintasi rute tersebut.

Dishub Kudus bersama Satuan Lalu Lintas Polres Kudus juga telah melakukan pengecekan kondisi jalan. Hasilnya, jalur alternatif dinilai layak dilalui kendaraan pemudik.

Pengecekan juga dilakukan terhadap penerangan jalan umum guna memastikan kondisi jalan tetap terang selama periode mudik Lebaran.

Dishub Kudus juga memetakan sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan, terutama di jalur Pantura Kudus-Pati. Lokasi tersebut antara lain Simpang Empat Sumber, Simpang Tiga Bulung, serta Simpang Empat Krawang.

Di wilayah perkotaan, potensi kepadatan diperkirakan terjadi di Simpang Empat Jember, depan pusat perbelanjaan Swalayan ADA di Jalan Kudus-Jepara, kawasan Menara Kudus di Jalan Kudus-Jepara, depan Pasar Kliwon di Jalan Jenderal Sudirman, serta depan Pasar Bitingan di Jalan Mayor Basuno.

Untuk mengantisipasi kemacetan di dalam kota, Dishub Kudus akan melakukan pengaturan parkir di tepi jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Jalur Tengah Jadi Pilihan Alternatif

Tidak saja jalur pantai utara (Pantura) disiapkan untuk dilalui pemudik pada Lebaran 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan jalur tengah yang menghubungkan Pemalang - Purbalingga - Banyumas, juga sudah siap dilalui pemudik.

Jalur yang melintasi sejumlah jalan pegunungan disiapkan untuk melayani pemudik ke jalur selatan dan juga jadi jalan alternatif.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan percepatan penanganan infrastruktur agar seluruh ruas jalan provinsi bisa nyaman dan aman saat dilalui pemudik.

Langkah percepatan dilakukan melalui berbagai pekerjaan perbaikan jalan di sejumlah titik strategis. Di antaranya betonisasi di ruas Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, serta pengaspalan ulang pada ruas Belik di Kabupaten Pemalang hingga Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus melakukan penambalan pada lubang-lubang kecil yang masih tersisa sebagai bagian dari perawatan rutin. Upaya ini dilakukan untuk memastikan jalur provinsi dalam kondisi optimal menjelang arus mudik.

Pengamat Jalan Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Cilacap Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah, Iwan Daryanto, mengatakan, kondisi jalur Pemalang- Purbalingga - Banyumas saat ini secara umum sudah baik.

“Penambalan lubang sebenarnya merupakan perawatan rutin atas kerusakan ringan, sekaligus memastikan jalan tanpa lubang saat musim mudik tahun ini,” ungkap Iwan, dalam rilisnya, Minggu (15/3/2026).

Menurutnya, target seluruh jalan provinsi harus siap merupakan instruksi langsung dari Gubernur Ahmad Luthfi guna menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik. Ia menjelaskan, jalur Pemalang-Purbalingga merupakan akses penting yang menghubungkan wilayah Pantura menuju kawasan selatan Jawa Tengah seperti Banyumas, Cilacap, Purbalingga, hingga Banjarnegara.

“Ini jalur utama menuju wilayah selatan seperti Banyumas-Cilacap maupun Purbalingga-Banjarnegara,” ujarnya. Perbaikan jalan tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat dan pengguna jalan. Salah satunya Bangkit Prabowo, sopir truk jasa pengiriman barang yang kerap melintas di jalur tersebut.

Menurut Bangkit, kondisi jalan Pemalang-Purbalingga saat ini jauh lebih baik sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman.

“Jalannya bagus, jadi saya merasa aman dan nyaman. Penambalan lubang juga bagus untuk menghadapi arus mudik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Erik Gunawan, warga Kabupaten Pekalongan yang bekerja di Pemalang. Ia merasakan perubahan signifikan terutama di ruas Bantarbolang yang sebelumnya rusak parah.

“Dulu jalan ini rusak parah, sekarang sudah dibeton jadi bagus,” kata Erik. Ia menuturkan, sebelum perbaikan sering terjadi kecelakaan akibat lubang jalan. Namun kini pengendara bisa melintas dengan lebih tenang.

“Dulu sering kecelakaan, sekarang sudah bagus. Jalan jadi lancar, aman, dan nyaman,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan seluruh penanganan jalan provinsi rampung paling lambat H-7 Lebaran. Dengan demikian, seluruh jalur diharapkan siap mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat pada Idulfitri 2026.

30 Titik Putar Balik di Pantura Jabar Ditutup

Sebanyak 30 titik putar balik (U-Turn) di sepanjang Jalan Nasional pantai utara Jawa atau Pantura Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, ditutup petugas gabungan sebagai upaya mengamankan lintasan pemudik sekaligus mengatasi kepadatan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Komisaris Pol. Sugihartono menjelaskan kebijakan penutupan U-Turn bertujuan untuk mengurangi hambatan lalu lintas serta meminimalkan risiko kecelakaan di jalur utama lintasan pemudik yakni jalur Pantura.

"Untuk U-Turn di jalur Pantura itu cukup banyak, ada 30 lokasi. Per hari ini semua titik itu sudah dilaksanakan penutupan oleh unit Kamsel, Satlantas dan Dinas Perhubungan," katanya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sabtu.

Ia menilai keberadaan U-Turn sering menjadi penyebab kemacetan lalu lintas karena menciptakan hambatan samping saat kendaraan bermanuver. Selain itu, lokasi-lokasi ini juga kerap menjadi titik rawan kecelakaan.

"Pertama, itu menghambat, jadi hambatan samping. Kedua, juga menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas sehingga kita laksanakan penutupan sekaligus demi memaksimalkan Operasi Ketupat Jaya 2026," katanya.

Dirinya memastikan penutupan putaran balik ini akan berlangsung selama pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya atau hingga 25 Maret 2026 dengan opsi perpanjangan sampai 29 Maret 2026 maupun mempertimbangkan kondisi lalu lintas terutama saat arus mudik dan balik Lebaran.

Pihaknya turut mengimbau masyarakat untuk mematuhi pengaturan lalu lintas selama masa penutupan putaran balik terutama saat periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Tetap tertib berlalu lintas dan utamakan warga yang akan melaksanakan mudik. Mudik itu sudah menjadi tradisi Ramadhan di Indonesia. Untuk masyarakat terdampak penutupan putaran arah, mohon diikuti dahulu selama operasi berlangsung," kata dia.

Rute Tercepat

Rute tercepat dari Jakarta menuju ke Jawa Tengah adalah melalui tol Trans Jawa dengan estimasi waktu 5-7 jam sampai di Semarang. Hal ini tentu juga tergantung dengan situasi dan kondisi arus lalu lintas.

Rute utamanya: Tol Jakarta-Cikampek (Japek) -> Layang MBZ (opsional) -> Cipali -> Palikanci -> Kanci-Pejagan -> Pejagan-Pemalang -> Pemalang-Batang -> Batang-Semarang.

Berikut rincian rute tercepat:

Awal: Tol Jakarta-Cikampek, lanjutkan ke Tol Layang MBZ jika ingin menghindari kemacetan truk di jalur bawah.

Jalur Utama: Masuk Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), kemudian Tol Palimanan-Kanci (Palikanci) menuju Cirebon.

Masuk Jateng: Lewati Tol Kanci-Pejagan, lalu Tol Pejagan-Pemalang.

Arah Semarang: Teruskan ke Tol Pemalang-Batang dan Tol Batang-Semarang (Tol Semarang ABC).

Tujuan: Gunakan Tol Semarang-Solo atau tol Semarang ABC untuk tujuan wilayah Jawa Tengah bagian selatan atau timur.

Biaya Tol: Total tarif tol golongan I untuk Jakarta-Semarang diperkirakan sekitar Rp473.500. Pastikan saldo e-toll mencukupi sebelum memasuki tol.

Alternatif: Saat macet, bisa keluar di GT Sumberjaya/Cirebon menuju jalur tengah (Majalengka-Kuningan-Purwokerto).

Rest Area: Tol Trans Jawa memiliki banyak rest area, terutama di ruas Cipali dan Semarang-Solo (seperti KM 456). 

Jalur Alternatif

Ada beberapa jalur alternatif yang bisa kamu gunakan untuk mudik ke Jawa Tengah agar terhindar dari kemacetan di jalan tol atau jalur utama Pantura.

Berdasarkan informasi terkini untuk musim mudik Lebaran 2026, berikut adalah pilihannya:

1. Jalur Pantai Selatan (Pansela).

Jalur ini menjadi alternatif utama selain Pantura dan Tol Trans Jawa. Pansela menawarkan pemandangan indah di sepanjang pesisir selatan Jawa.

Rute Utama: Menghubungkan wilayah Jawa Barat (lewat Sukabumi/Cianjur) menuju Cilacap, Kebumen, Purworejo, hingga Yogyakarta.

Keunggulan: Jalan cenderung lebih landai dan relatif lebih sepi dibanding Pantura, meski di beberapa titik berkelok.

2. Jalur Alternatif Tengah dan Selatan (via Banjar/Ciamis)

Bagi pemudik dari arah Jakarta atau Bandung, jalur ini sering digunakan untuk memotong ke arah selatan Jawa Tengah.

Kota Banjar: Menjadi titik temu pemudik dari arah barat menuju wilayah Cilacap dan sekitarnya.

Ciamis - Gentong: Pihak kepolisian biasanya menyiapkan rekayasa di wilayah Gentong untuk mengurai macet menuju Jawa Tengah.

3. Jalur Alternatif Lintas Kabupaten/Kota

Beberapa daerah di Jawa Tengah telah menyiapkan jalur khusus untuk mengurai kepadatan, antara lain:

Wilayah Semarang: ada 15 titik jalur alternatif di Kota Semarang dan sekitarnya untuk menghindari pusat kemacetan.

Wilayah Temanggung dan Wonosobo: Jalur alternatif via Parakan dan Sukorejo disiapkan bagi yang ingin menuju daerah pegunungan atau lintas tengah.

Wilayah Tegal - Slawi: Jalur alternatif Tegal–Slawi mulai disiapkan untuk pemudik yang menuju wilayah tengah hingga selatan.

Wilayah Kudus dan Pantura Timur: Dishub setempat telah memetakan jalur alternatif bagi pemudik yang melewati jalur utara sisi timur.

4. Rute Alternatif Saat One Way di Tol

Jika sistem one way diberlakukan di Tol Trans Jawa, pemudik bisa menggunakan jalur arteri (nontol) melalui Jalur Pantura Lama: Melewati Subang, Indramayu, hingga Cirebon.

Jalur Lintas Subang - Sumedang: Bisa menjadi pilihan jika tol Cipali sangat padat.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner