Pelajar di Kudus Jadi Operator Live Streaming Balap Liar

11 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Polisi meringkus enam operator live streaming balap liar di Kota Kudus, Jawa Tengah. Akun medsos tersebut selama ini menjadi rujukan para pelaku dan penonton untuk berkumpul di Kota Kretek, sebutan Kota Kudus.

​"Kami tidak membiarkan ruang digital digunakan untuk memicu gangguan kamtibmas. Enam pemuda yang menjadi operator live streaming balap liar di wilayah Kota Kudus sudah kami amankan saat sedang beraksi," ujar Kapolsek Kudus AKP Subkhan kepada wartawan, Minggu (12/7/2026).

Keenam pemuda yang mayoritas masih berstatus sebagai pelajar tersebut, mengoperasikan tiga akun medsos berbeda. Mereka menyiarkan balap liar secara real time.

Selain menangkap enam pelaku, polisi menyita sejumlah akun. Di antaranya akun @adtyaprnm__18 dioperasikan oleh RC (14) dan MA (15), keduanya merupakan pelajar MTs di wilayah Jekulo.

Selanjutnya, akun @mhmdnrndrafta dioperasikan oleh MN (16), seorang pelajar SMK di Kota Kudus. Kemudian akun @ucuptaatibadah dioperasikan oleh tiga pemuda, yaitu YS (17) karyawan swasta), MR (17) pelajar SMK dan BI (16) pelajar SMK.

​Polisi juga menyita dua sepeda motor Honda Scoopy dan Honda PCX. Motor itu digunakan sebagai sarana transportasi saat melakukan siaran di lokasi.

​​Di tempat terpisah, patroli gabungan Piket Siaga Polres Kudus dan Polsek jajaran yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Kudus, AKP Eko Pujiono, juga menyisir sejumlah titik rawan di Kudus sejak pukul 00.00 hingga 03.00 WIB.

​Hasilnya, sebanyak 44 unit sepeda motor dijaring polisi. Puluhan motor tersebut diduga kuat terlibat dalam aksi balap liar. Motor itu mayoritas menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis yakni nalpot brong.

Bahkan banyak motor yang sengaja dilepas pelat nomornya. ​Jika ditotal dengan penangkapan dari Polsek Kudus, tercatat ada 46 unit sepeda motor yang berhasil diamankan polisi dalam semalam.

​Seluruh kendaraan yang terjaring razia langsung diberikan sanksi tilang di tempat. Puluhan motor tersebut kini diangkut dan 'dikandangkan' di halaman Pelayanan Publik (Yanlik) Mapolres Kudus sebagai efek jera.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner