Anak Krakatau Ternyata Sudah 'Bangun' Sejak Juni, Kini Statusnya Siaga

4 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) telah terdeteksi sejak awal Juni 2026. Temuan itu diperoleh hampir satu bulan sebelum status gunung dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 2 Juli 2026.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Andi Suwardi mengatakan tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik terlihat dari berbagai parameter pemantauan, mulai dari citra satelit, pengamatan visual, hingga aktivitas kegempaan.

"Sejak 1 Juni 2026 citra satelit Sentinel mendeteksi emisi gas sulfur dioksida (SO2). Kemudian pada 10 Juni mulai muncul anomali panas dan titik api di kawah yang menunjukkan aktivitas permukaan gunung meningkat," kata Andi, Sabtu (11/7/2026).

Selain itu, kepulan asap dari kawah terlihat semakin intens. Pada periode yang sama, aktivitas gempa vulkanik dangkal juga meningkat, terutama gempa hembusan, hybrid, dan low frequency.

Menurut Andi, peningkatan gempa vulkanik dangkal menjadi salah satu indikasi adanya pergerakan magma menuju permukaan.

"Ini mengindikasikan adanya dinamika magma di bagian dangkal atau dekat permukaan gunung api," ujarnya.

Peningkatan aktivitas paling signifikan terjadi pada 18-19 Juni 2026. Dalam dua hari tersebut, jumlah gempa hembusan, hybrid, dan low frequency melonjak hingga rata-rata lebih dari 50 kali per hari.

Selama periode 16 Juni hingga 2 Juli 2026, PVMBG mencatat ratusan gempa vulkanik yang didominasi gempa hembusan, hybrid, dan low frequency. Pemantauan deformasi melalui jaringan tiltmeter juga menunjukkan inflasi atau penggembungan tubuh gunung yang menandakan tekanan magma masih berlangsung di bawah permukaan.

Memasuki 26 Juni 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat. Frekuensi gempa hembusan semakin sering disertai keluarnya asap kawah berwarna kelabu yang mengandung abu vulkanik tipis. Sebaran abu bahkan terdeteksi oleh satelit Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, Australia.

Rangkaian peningkatan aktivitas itu kemudian berujung pada erupsi pada Kamis (2/7/2026) pukul 14.05 WIB. Saat itu, kolom abu teramati mencapai sekitar 200 meter di atas puncak dengan arah sebaran ke barat laut.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner