Pesantren di Sukabumi Ambruk Akibat Tanah Bergerak, Semua Santri Dipulangkan

13 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - 80 santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ariyadul Falah terdampak bencana pergerakan tanah yang melanda Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Kondisi pesantren sudah tidak memungkinkan untuk ditempati. Struktur bangunan yang terdiri dari 16 kamar santri, dua kompleks asrama laki-laki, satu kompleks wanita, hingga masjid rusak parah akibat pergeseran tanah yang dipicu hujan deras selama sepekan terakhir.

Pimpinan Ponpes Ariyadul Falah, Abdul Muis mengungkapkan bahwa pihaknya terpaksa memulangkan seluruh santri ke kampung halaman masing-masing demi keselamatan jiwa.

"Saat ini santri dan santriwati sudah disuruh pulang dulu ke rumahnya masing-masing karena di sini mayoritas santrinya itu dari luar daerah Sukabumi. Karena enggak ada tempat juga, semenjak pergerakan tanah sudah ambruk total," ujar Abdul Muis, Senin (2/3/2026).

Muis menceritakan, proses kerusakan terjadi secara bertahap namun mencekam. Suara retakan dinding terus terdengar meski tidak terjadi gempa bumi di wilayah tersebut.

"Awalnya lama-kelamaan semua bangunan itu retak. Saya juga pas dengar suara retakan panik juga. Selalu ada suara bunyi retakan tembok 'krek krek' seperti ada suara gemuruh. Dibilang ada isyarat gempa mah enggak ada, tiba-tiba langsung retak aja gitu," tambahnya.

Hingga saat ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) di pesantren tersebut lumpuh total. Muis menyayangkan belum adanya solusi atau bantuan dari pemerintah setempat untuk menyediakan tempat belajar sementara bagi puluhan santrinya.

"Enggak ada solusi (dari pemerintah). Saya berharap adanya dermawan, saya juga lagi memikirkan bagaimana santri dan santriwati bisa belajar lagi," ungkapnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melakukan langkah cepat untuk memitigasi dampak bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung.

Sejak sabtu 28 Februari 2026, personel BPBD telah mendirikan sejumlah tenda darurat guna menjamin keselamatan warga yang rumahnya terancam.

“Tim melakukan pemasangan tenda untuk pengungsian warga yang terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe. Sebanyak 6 unit tenda jenis family sudah terpasang di lokasi," kata Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner