Tukang Ojek hingga Sopir Angkot di Jabar Dilarang 'Narik' Selama Masa Mudik Lebaran

17 hours ago 5

Polda Jawa Barat mulai mematangkan strategi besar guna menjamin kelancaran arus lalu lintas. Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektoral akan segera difinalisasi melalui Rapat Koordinasi sejak awal Maret ini.

Dalam pengamanan tahun ini, beberapa bentuk pengamanan masa mudik di antaranya adalah menjadikan masjid-masjid strategis di sepanjang jalur arteri sebagai Pos Pelayanan. Bekerja sama dengan TNI, posko ini dirancang agar pemudik bisa beristirahat dengan lebih nyaman dan khidmat.

"Kami akan membangun pos di masjid-masjid tertentu yang layak. Masyarakat dapat singgah untuk beristirahat. Insya Allah, kami siapkan sedikit minuman dan makanan ringan ala kadarnya, seperti singkong rebus, untuk membantu memulihkan tenaga teman-teman pemudik," ujar Irjen Rudi Setiawan, Minggu lalu (1/3/2026).

Langkah ini diambil untuk menekan angka kecelakaan yang sering dipicu oleh kelelahan pengemudi, terutama mereka yang melintasi jalur non-tol.

Di sektor jalan bebas hambatan, Tol Cipali diprediksi tetap menjadi titik paling krusial. Konsentrasi kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dipastikan mengalami peningkatan signifikan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda Jabar akan menerapkan rekayasa lalu lintas berskala nasional di bawah kendali Korlantas Polri.

"Sama seperti tahun lalu, konsentrasi utama adalah jalan tol. Nanti akan diberlakukan one waynasional, one way sepenggal, hingga rekayasa lokal sesuai kebutuhan di lapangan," jelas Kapolda.

Selain badan jalan, area istirahat (rest area) juga mendapat perhatian khusus guna mencegah penumpukan kendaraan yang dapat mengunci arus lalu lintas.

Bagi pemudik jalur Selatan, titik-titik klasik seperti Nagreg, Naringgul, hingga Gentong masih dipetakan sebagai zona langganan kepadatan. Polda Jabar menyiagakan personel di simpul-simpul tersebut untuk memastikan volume kendaraan yang melonjak tetap dapat mengalir.

Kapolda menambahkan bahwa fokus kepolisian tidak hanya terpaku di jalan raya. Pengamanan juga mencakup:

  • Lingkungan Permukiman: Patroli intensif untuk menjaga rumah-rumah yang ditinggal mudik oleh pemiliknya.
  • Tempat Ibadah: Menjamin keamanan pelaksanaan sholat Idul Fitri di seluruh wilayah Jawa Barat.
  • Destinasi Wisata: Pengawasan pada arus balik dan lokasi hiburan pasca-Lebaran.

"Kami ingin ibadah Idul Fitri ini berlangsung aman, termasuk kediaman masyarakat yang ditinggal mudik. Semua menjadi fokus pengamanan kami," pungkasnya.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner