Polda Jabar Bolehkan Warga Hajar Begal, Syaratnya Jangan Sampai Mati

8 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) memperbolehkan masyarakat untuk memberi tindakan tegas dan terukur kepada begal. Hal tersebut sebagai respons atas maraknya kasus begal di Jabar.

"Upaya kita yang pertama adalah perintah Pak Kapolda untuk tindak tegas terukur jelas ya, dan ini tidak hanya kepada polisi, kepada masyarakat pun boleh ya, kepada masyarakat boleh, dengan catatan tadi itu ya juga tegas terukur ya jangan sampai matilah, bahasanya ya," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, di Polda Jabar pada Selasa (21/7).

Hendra mengatakan pihaknya akan rutin melakukan patroli di berbagai wilayah, terutama pada malam hari tepatnya pukul 00.00 WIB. Jumlah personel yang turun melakukan patroli pun akan dipertebal.

"Kita ingatkan kepada para pelaku sekecil apapun yang memberikan teror kepada masyarakat akan kita tindak tegas," ucap dia.

Sementara itu, berdasarkan catatannya, terdapat total 19 kasus begal yang viral di media sosial terjadi di berbagai wilayah Jabar selama beberapa bulan ke belakang. Para pelaku sudah berhasil ditangkap oleh polisi.

Pada 19 Juli 2026, Hendra menyebut terdapat kasus begal yang terjadi di Flyover Kopo, Kota Bandung. Saat itu, korban yang hendak berangkat bekerja tiba-tiba dipepet oleh dua begal bersenjata tajam.

"Pelaku bernama atas RP dan FF ini telah menghadang korban dan HP dan motor korban sempat dirampas. Kemudian dari Satreskrim Polrestabes Bandung sudah kita tangkap ya dalam waktu kurang lebih 3 jam ya," ungkap dia.

Selanjutnya, adapula kasus begal yang terjadi di wilayah Cikawao, Kota Bandung, pada 17 Juni 2026. Para begal juga beraksi dengan menggunakan senjata tajam dan menyasar pengendara ojek online (ojol). Ponsel dan motor milik korban sempat berhasil dirampas.

"Dia menggunakan senjata tajam ya dan pelaku ini panik dan melarikan diri dan ini Alhamdulillah juga sudah ditangkap dalam waktu kurang lebih 35 menit setelah laporan masuk," kata dia.

Kemudian, peristiwa begal lainnya terjadi di Cianjur dengan menyasar remaja yang masih duduk di bangku sekolah pada awal Juli 2026. Mirisnya, pelaku begal ternyata juga masih duduk di bangku sekolah.

"Komplotan pelaku ya ternyata merupakan anak sekolah yang sedang berlibur sengaja berkeliling dini hari pada pada hari itu dengan menggunakan senjata tajam," ungkap dia.

Reporter: Merdeka.com/Azzura Galexia

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner