Puting Beliung Mengamuk di Kawasan Industri Batam, Dua Shelter Terbang

12 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Puting beliung menerjang kawasan industri PT VME di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Rabu (22/7/2026) sekira pukul 10.00 WIB. Pusaran angin yang datang secara tiba-tiba itu merusak dua shelter pekerja serta menerbangkan atap dan sejumlah material bangunan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Momen puting beliung itu sempat terekam dalam video warga dan beredar luas di sosial media. Rekaman tersebut memperlihatkan pusaran angin menghantam kawasan perusahaan hingga mengangkat atap dan material bangunan yang beterbangan ke berbagai arah, memicu kepanikan para pekerja dan warga di sekitar lokasi.

Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah mengatakan peristiwa tersebut hanya berlangsung singkat dan tidak menimbulkan korban.

"Korban jiwa nihil. Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB dan berlangsung sebentar. Hanya dua shelter pekerja yang mengalami kerusakan," kata Amru saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (22/7/2026).

Meski tidak menimbulkan korban, polisi menempatkan personel di lokasi untuk mengamankan area dan mengantisipasi warga mendekat karena masih terdapat material bangunan yang berserakan.

"Personel sampai saat ini masih stand by mengamankan lokasi agar tidak ada warga yang mendekat," ujarnya.

Amru menambahkan, puting beliung tersebut juga tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas di sekitar kawasan industri karena durasinya relatif singkat.

"Peristiwa tersebut tidak mengganggu aktivitas yang lain karena kejadiannya juga tidak lama, dan kondisi pekerja lagi pada kerja" jelasnya.

Polisi mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Kami mengimbau warga agar tetap tenang menghadapi situasi bencana alam seperti ini. Sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar rumah saat cuaca memburuk dan terus memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG," Ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman, menjelaskan fenomena tersebut merupakan angin puting beliung yang dipicu kondisi cuaca ekstrem.

"Kalau hujan disertai angin biasa berbeda dengan angin puting beliung. Puting beliung terjadi dalam waktu sangat singkat, sekitar lima menit," ujar Suratman.

Menurutnya, wilayah pesisir Batam merupakan kawasan yang relatif lebih rawan mengalami fenomena serupa. Beberapa lokasi yang kerap terdampak antara lain Nongsa, Tanjung Sengkuang, Tanjung Riau, dan Tanjung Uma.

Ia menjelaskan puting beliung umumnya terbentuk akibat kondisi atmosfer yang tidak stabil, ketika suhu udara yang sangat panas secara tiba-tiba bertemu dengan awan hujan sehingga memicu terbentuknya pusaran angin.

"Untuk dua hari ke depan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, diharapkan tetap waspada karena kondisi cuaca masih tidak menentu," katanya.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Kota Batam dan Kepulauan Riau dalam beberapa hari ke depan.

Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan yang tidak kokoh saat cuaca memburuk serta segera mencari tempat yang lebih aman apabila muncul tanda-tanda angin kencang.

Read Entire Article
Global Sports | Otomotif Global | International | Global news | Kuliner